Pambuko Sanggar Kedirian Desember 2017

 

 

Malu, dalam bahasa Jawa artinya memalu (memukul memakai palu) sebuah kata kerja melakukan pukulan dengan palu. Malu dalam istilah bahasa Indonesia itu adalah sebuah ungkapan perasaan yang dari sebuah respek hati dan pikiran akibat sebuah tindakan yang dialami sebelumnya atau sesudahnya yang ingin ditutupi. Ada orang yang malu dilihat karena aurot terbuka. Ada yang malu kalau tampil gak necis. Ada juga yang malu akibat berbuat buruk.

Anehnya ada orang yang malu kalau orang lain tahu kita berbuat korupsi, mencuri tapi kok ya tetap saja melakukan tindakan korupsinya. Karena malu, si Fulan terpaksa menutup wajahnya ketika diekspos media. Bahkan menutupinya dengan tindakan yang sebenarnya lebih memalukan untuk menutupi malunya. Menutup malu dengan tindakan memalukan ini bisa jadi malah akhirnya si Fulan menjadi tak tahu malu. Sehingga orang yang gregetan terhadap orang yang tak tahu malu terpaksa ingin malu (memalu/memukul dengan palu) kepalanya.

Mari membangun rasa malu yang proposional dalam rutinan Sanggar Kedirian pada

hari: Jumat malam Sabtu Legi
tanggal: 1 Desember 2017
pukul: 20.00 WIB
lokasi: Musholla GNI Kota Kediri

dengan pemandu pagar keilmuan Ust. DR. Bustanul Arifin MM. dan Kanjeng Kustik sebagai pengiring nyanyian dan sholawatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *