Pambuko Sanggar Kedirian Maret 2018

 

 

Menanam hari ini, bisa jadi kita yang menanam tidak mengalami masa panen, tapi anak cucu kita yang akan menikmati hasil tanaman kita.

Menanam kebaikan istilah lain nandur becik, keharusan bagi setiap pribadi sebagai tabungan yang akan kita nikmati nanti atau dinikmati anak cucu. Menanam kebaikan akan menuai kebaikan, begitu juga sebaliknya.

Namun kita tak boleh lupa, sebelum kita menanam ada hal yang wajib kita lakukan, yakni menyiapkan benih-benih secara baik dan tahapan-tahapan menghasilkan benih yang baik. Istilah Jawa ini namanyandhedher.

Proses ndhedher ini bisa mengolak-alik biji-bijian benih, atau istilah lain ditapeni diatas tampah. Lalu merendam benih yang kemudian disiangi diatas pembenihan hingga benih-benih ini tumbuh keluar daun yang siap ditanam sebagai bibit tanaman.

Ndhedher adalah sebuah proses kecil tapi ndhedher akan menghasilkan bibit-bibit masa depan yang unggul.

Wes wayahe..
Wes sangate..
Wayah ndhedher..


Atas hal ini, Sanggar Kedirian mengajak bersama belajar ndhedher pada:
hari: Jumat malam Sabtu legi
tanggal: 16 Maret 2018
jam: 20.00 WIB
tempat: Mushola GNI kota Kediri

Tentunya dengan penyegaran musik Kanjeng Kustik dan pemandu keilmuan Ust. Dr. Bustanul Arifin, Dosen IAIT Tribakti, akan menambah keasyikan ndhedher. Monggo melingkar bersama ndhedher masa depan dengan kebaikan-kebaikan. Semoga Alloh menyertai kita semua. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *