Kiratha basa dari mangsa, mamang ing rasa, bahwa setiap orang mempunyai rasa keraguraguan. Ada yang bilang mongsa, ngemong rasa, berarti sabar dalam berbagai keadaan. Namun kebanyakan ditulis dengan mongso yang diartikan sebagai waktu.

Bagaimana sebuah tulisan jangan dijadikan penyebab lupa diri terhadap keterbatasan kita. Bahwa mawas diri perlu dilakukan, jangan pernah puas dan putus asa dengan yang kita miliki berlandaskan syukur. Usaha dan syukur berdampingan angon mangsa.

Sepadan dengan itu al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berfatwa:

وإنما تحصل الهموم والغموم والأحزان من جهتين “
إحداهما : الرغبة في الدنيا والحرص عليها
” والثاني : التقصير في أعـمال البر والطاعة

“Hanya saja kegundahan, duka cita dan kesedihan muncul dikarenakan 2 sebab:
1. Cinta dunia dan ambisi kepadanya.
2. Kurang dalam beramal kebaikan dan ketaatan.”

‘Udatush Shabirin hal. 265.

Semoga Bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *