Resume Syukuran 'Ajibah Maiyah

Syukuran 'Ajibah Maiyah diselenggarakan menjelang Majelis Maiyah Padhangmbulan 14 April 2019


Mbah Nun

1. Harapan Mbah Nun akan Indonesia Mulia hingga menjadi Indonesia Suci, seperti halnya bait lagu Indonesia Raya di stanza 2 dan 3.

2. Setiap pemberian amanah selalu dimodali rizki dan setiap rizki harus dicari apa amanahnya.

3. Jika jaman dulu suatu desa jelas patokan wilayahnya, jelas apa yang boleh dilakukan dan tidak dilakukan, jelas filosofi penduduk desanya maka lebih mudah menentukan langkah generasi berikutnya. Sementara sekarang butuh pemetaan lebih sungguh-sungguh untuk benar-benar merasakan maksud Allah menciptakanmu, bermanfaat di bidang apa, menekuni keahlian apa. Maka dari itu, temukan dirimu. Tekuni keahlianmu. Jangan terombang-ambing lagi.

4. Percaya dengan Al-Maidah: 54. Bahwa ketika keadaan sudah tidak kondusif, Allah akan mendatangkan suatu kaum pembaharu yang mencintai Allah dan dicintai Allah. Kaum itu akan berjuang di jalan Allah. Semoga kita dapat mengupayakan menjadi kaum itu.

5. Maiyah sudah ada dimana-mana. Sekarang di Indonesia tidak ada yang tidak maiyah. Maka dari itu, sudah siap jika sekarang nilai-nilai maiyah itu mulai disemai kemudian ditumbuhkan. Indonesia sangat siap untuk bermaiyah, tinggal anda pimpin. Bukan untuk menjadi siapa-siapa. Tapi temukan presisi dirimu saja.

6. Ketidakmauan dunia bukan berarti menolak dunia. Kita boleh mencicipinya, memakannya sedikit. Yang tidak boleh dimakan dunia.

7. Maiyah sedang membentuk metodologi baru bukan memakai metodologi pada umumnya untuk mengukur keberhasilan suatu gerakan. Keberhasilan maiyah terletak pada ijtihad menempuh proses itu. Kita bersyukur atas kenikmatan ijtihad. Paling esensial tentu mencari bentuk Muhammad.

8. Ketika mengikuti maiyah, jangan sampai ekonomi keluarga tidak tercukupi. "Wa laa tansa nasibaka minaddunya."

9. Tentang pembentukan badan hukum maiyah. Biarkan maiyah tetap organisme. Jika ada yang membuat badan seumpama PT adalah orang maiyah, bukan Maiyahnya dibuat PT. Maiyah.

 

Syaikh Nursamad Kamba

1. Maiyah merupakan reaktualisasi dan rekonstruksi ajaran agama kepada kemurniannya. Agama ini harus dikembalikan kepada kesejatiannya.

2. Ajaran di Maiyah adalah ajaran Nabi Muhammad itu sendiri. Beliau membangun kedaulatan diri, kesucian jiwa, menyebarkan cinta kasih. Itu yang diajarkan di Maiyah. Jalan Maiyah merupakan jejak kenabian.

3. Kesadaran kedaulatan diri akan membentuk karakter ksatria yang bertahan di segala uji.

4. Kita seperti melewati sungai, ada godaan berupa haus kekuasaan. Banyak yang tidak kuat akan hausnya, maka meneguk sebanyak-banyaknya. Kita ya meneguk tapi secukupnya saja.

5. Masalah tatanan sosial saat ini adalah mendholimi, berbuat sewenang-wenang, mengumbar kesenangan atas nama ridho Tuhan.

6. Anda berbuat baik itu beragama, berbuat jelek ya tidak beragama.

7. Syirik ialah engkau berbuat jahat tapi engkau berkeyakinan bahwa Tuhan membersamaimu.


Cak Fuad

1. Hikmah dalam sebuah kisah. Ada seekor kambing yang diperebutkan oleh 2 serigala. Mereka bertengkar mati-matian demi mendapatkan seekor kambing. Belum akan berhenti sebelum salah satu serigala membunuh serigala yang lainnya. Harta dan kedudukan yang diperebutkan mempunyai potensi yang lebih berbahaya daripada seekor kambing yang diperebutkan oleh 2 serigala.

2. Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan petang hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (Al-kahfi: 27-28).

Dari ayat itu, Allah melarang mengikuti orang yang berlebihan, mengikuti nafsu, lupa Allah, berharap kepada perhiasan dunia. 

3. Kita tidak tergoda kepada dunia bukan karena hebat tapi semata-mata ma'unah Allah.

4. Persaudaraan kita adalah almutahabbiina fillah, persaudaraan di dalam Allah. Ini berbeda dengan persaudaraan karena Allah. Persaudaraan di dalam Allah lebih kuat ikatannya dan lebih luas cakupannya daripada persaudaraan karena Allah.

0 komentar:

Posting Komentar