Bagi saya, Maiyah adalah “rumah kedua”. Rumah yang mempunyai ruangan sangat luas sehingga mampu menampung apapun saja. Saya memandang bahwa masing-masing jamaah Maiyah mempunyai hak prerogratif memegang kunci dan passwordnya, sehingga siapapun ia bisa memasuki rumah tersebut dari segala sisi yang ia sukai.

Hal yang membuat saya seringkali kangen dan betah berlama-lama di rumah ini adalah aktivitas melingkar Sinau Bareng. Karena segala hal yang disampaikan di “Rumah Maiyah” ini bukan merupakan bentuk klaim kebenaran mutlak, bukan pula sesi pengkultusan buah pemikiran yang dianggap sebagai satu-satunya kebenaran yang harus diamini bersama, akan tetapi intinya lebih pada sesrawungan dalam belajar bersama-sama menikmati proses pencarian kebenaran yang sejati.

Paseduluran, asah-asih-asuh, saling memberi rasa aman antara satu dengan lainnya menjadi semen perekat bangunan rumah ini. Maka tak ayal jika dari rumah ini pulalah terinisiasi gerakan-gerakan seperti PPD, Ndeder, Reresik, dll.

Harapan saya semoga “Rumah Maiyah” ini bisa menjadi ikhtiar kebersamaan untuk terus menurus ndhedher, nandur serta merawat benih-benih kelapangan hati, keluasan sudut pandang dan kejernihan berfikir sehingga menghasilkan kuda-kuda yang jejeg serta langkah yang mantap. Dan mudah-mudahan dari Rumah ini pula kelak akan tumbuh benih-benih baru yang senantiasa bersemi dari generasi ke generasi berikutnya. Generasi Pembaharu masa depan bangsa. (Andry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *