Di antara macam-macam jenis ibadah kepada Allah, selain yang diperintah melalui Nabi dan Rosul yang disebut ibadah Mahdhoh ada pula ibadah kepada Allah yang juga bisa kita inisiatifi sendiri. Dimana manusia mendapatkan kesempatan untuk menciptakan cara dan konteksnya melalui ibadah Muamalah. “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (QS. Adz Dzariyat: 56), sehingga semua apapun yang dilakukan manusia seharusnya diniatkan hanya untuk beribadah kepada Allah. Salah satunya adalah jenis puasa, yang bisa kita hikmahi untuk memperkaya batin kita di luar ibadah puasa Mahdhoh yang diperintahkan. Kita inisiatifi dari nurani atau dari kesadaran batin, baik untuk pendalaman, pengolahan dan pendadaran batin beserta harapan pertolongan-pertolongan dari Allah. Sehingga utamanya dalam berpuasa ini adalah kemampuan kita dalam kesadaran menemukan batasan-batasan tertentu dalam berbagai bidang. Dan pembatasan itulah hakikat puasa, minimal dengan berpuasa kita tidak jadi melakukan suatu kemaksiatan. Jadi di samping kita melakukan puasa sebagai bentuk kepatuhan kepada perintah Allah SWT, juga alangkah indahnya kalau kita juga mencari bentuk-bentuk puasa dari berbagai macam jenis, yang munculnya tidak karena Allah menyuruh, tetapi karena kita memiliki kesadaran bahwa kita harus melakukan pembatasan-pembatasan dan itulah puasa di dalam inisiatif kita sendiri.

Dalam rangka memperingati milad Sanggar Kedirian ke-7 ini, bersama kita menginisiatifi untuk melakukan puasa pada hari jumat tanggal 23 Agustus 2019. Dan kita melakukan buka puasa bersama di Hutan Joyoboyo sekaligus tumpengan sebagai wujud syukur kita.

Redaksi Sanggar Kedirian

Sinau Bareng rutin malam Sabtu Legi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *